Berusaha Melarikan Diri Saat Terjaring Razia, Pengendara di Kudus Ini Tabrak Polisi Hingga Terbawa pada Kap Mobil Ratusan Meter

Mobil merah viral di Kudus setelah melaju di jalanan dengan seorang polisi tersangkut di kapnya.
Mobil merah viral di Kudus setelah melaju di jalanan dengan seorang polisi tersangkut di kapnya. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @fakta.indo

Kudus, gemasulawesi - Sebuah insiden dramatis terjadi di Jati, Kudus, Jawa Tengah, ketika sebuah mobil merah melarikan diri dari razia polisi dan menabrak seorang polisi hingga membuatnya terbawa di kap mobil. 

Video yang merekam kejadian ini langsung viral di media sosial, menampilkan aksi kejar-kejaran yang menegangkan antara mobil yang melaju ugal-ugalan dan polisi yang berusaha menghentikannya.

Menurut Wakapolres Kudus, Kompol Satya Adi Nugraha membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan detail kronologinya.

Ia mengatakan bahwa mobil Toyota Calya merah tersebut dicurigai menggunakan pelat palsu.

Baca Juga:
Curigai Ketidakjelasan Kasus Pembunuhan Vina yang Belum Terungkap Sejak Tahun 2016, Otto Hasibuan dan Susno Duadji Yakini Hal Ini

Kemudian saat razia dilakukan, pengemudi mobil tidak mau menunjukkan surat kendaraan dan langsung tancap gas. 

"Mobil tersebut sempat berhenti sejenak di depan pabrik kertas, namun kemudian melarikan diri lagi," ungkap Kompol Satya.

Video viral yang beredar menunjukkan seorang polisi lalu lintas berada di atas kap mobil yang terus melaju dengan kecepatan tinggi. 

Mobil tersebut melaju di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. 

Baca Juga:
Coreng Dunia Pendidikan! Sejumlah SMA Negeri di Kota Tangerang Ini Diduga Lakukan Pungli, Begini Pengakuan dari Wali Murid

Dalam video tersebut, terlihat bahwa meskipun polisi bertahan di atas kap mobil, pengemudi mobil merah terus melaju hingga akhirnya polisi terjatuh di tikungan persimpangan jalan.

Dalam rekaman lainnya, mobil yang melarikan diri akhirnya berhasil dihentikan berkat bantuan warga. 

Setelah mobil berhenti, sopir dan penumpang mobil nyaris menjadi bulan-bulanan oleh warga yang marah. 

Warga setempat, seperti yang dijelaskan oleh Supriyanto, seorang saksi mata, melihat mobil merah tersebut berhenti setelah kejar-kejaran sengit. 

Baca Juga:
Pamit Ingin Main Bersama Teman-Temannya, Pemuda di Bekasi Ini Malah Jadi Korban Begal, Sepeda Motor Orangtuanya Raib Digasak Pelaku

"Mobil pak polisi sebelah kiri lecet-lecet. Sempat kejar-kejaran dan akhirnya berhenti," kata Supriyanto.

Pihak kepolisian segera mengamankan kedua orang yang berada di dalam mobil tersebut dan membawanya ke kantor polisi terdekat. 

Kapolres Kudus AKBP Ronni Bonic mengungkapkan bahwa saat ini penyelidikan masih berlangsung. "Penyelidikan masih dilakukan oleh reskrim," jelas Kapolres Ronni.

Insiden ini menyoroti betapa berbahayanya pelanggaran lalu lintas dan ketidakpatuhan terhadap petugas. 

Baca Juga:
Heboh Dugaan Pungli di SMAN 18 Kabupaten Tangerang, Wali Murid Akui Keberatan Dimintai Uang Sebesar Ini dengan Alasan yang Mencurigakan

Polisi dan warga setempat harus bekerja sama untuk menanggulangi tindakan melawan hukum yang membahayakan keselamatan publik. 

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap kendaraan yang diduga menggunakan pelat palsu atau tidak mematuhi aturan lalu lintas.

Di media sosial, aksi pengendara mobil itu pun menuai kecaman dari warganet.

"Itu udh nyampe berusaha goyang kiri-kanan buat ngejatuhin polisinya fix mesti kena pasal percobaan pembunuhan sih," komentar akun @nan***.

Baca Juga:
Fakta Baru Terungkap Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Kota Batu Malang, Densus 88 Antiteror Polri Temukan Hal Ini

Kejadian ini memberikan pelajaran penting mengenai keselamatan di jalan raya dan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran lalu lintas. 

Kejadian seperti ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya mematuhi peraturan dan menghormati petugas yang bertugas di lapangan. 

Penegakan hukum yang efektif dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Bawa 13 Bukti Baru, Pengacara Saka Tatal Yakin Kematian Vina dan Eky di Cirebon Murni Kecelakaan, Farhat Abbas: Bukan Karena Pembunuhan

Farhat Abbas, anggota tim kuasa hukum Saka Tatal yakin jika kasus kematian Vina dan Eky di Cirebon murni karena kecelakaan.

Pengakuan Mengejutkan Pilot Helikopter yang Terjatuh di Kawasan Banjar Suluban Bali, Akui Sempat Melihat Hal Ini Sebelum Kecelakaan Terjadi

Dhedy Kurnia, pilot helikopter Tour PK-WSP, mengaku terlambat menghindari tali layang-layang sebelum akhirnya terjatuh.

Innalillahi! Kecelakaan Maut Minibus Isuzu Elf Tabrak Truk di Tol Solo Ngawi Sebabkan 6 Orang Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebanyak enam orang meninggal dunia pada kecelakaan di Tol Solo-Ngawi tepatnya di KM 498+800 jalur B.

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Km 85, Bus Primajasa Tabrak 10 Kendaraan, Begini Kondisi Terkini Para Korban

Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol Cipularang Km 85 pada Rabu sore, 10 Juli 2024 dengan melibatkan 11 kendaraan, termasuk bus Primajasa

Manajemen PO Rimba Raya Buka Suara Terkait Kecelakaan Beruntun Bus Rombongan MAN 1 Jepara yang Sempat Viral, Beberkan Kronologi Sebenarnya

Bawa rombongan study tour dari MAN 1 Jepara tujuan Bali, Bus PO Rimba Raya alami kecelakaan beruntun di Demak, begini kata pihak manajemen.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;