Terbongkar! Kasus Korupsi Bandung Smart City Libatkan Anggota DPRD, Ini Sosoknya

KPK tahan anggota DPRD Bandung terkait suap proyek Smart City, pengembangan kasus ini terus berlangsung untuk keadilan.
KPK tahan anggota DPRD Bandung terkait suap proyek Smart City, pengembangan kasus ini terus berlangsung untuk keadilan. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

Nasional, gemasulawesi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek Bandung Smart City.

Kasus ini telah menarik perhatian publik karena melibatkan pejabat-pejabat penting di Kota Bandung. 

Sejumlah tersangka yang sebelumnya sudah ditahan, kini bertambah dengan penahanan baru dari kalangan legislatif. 

Penahanan ini semakin menguatkan bahwa skema suap ini lebih dalam dari yang diperkirakan.

Baca Juga:
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan yang Todongkan Senjata Airsoft Gun kepada Korban di Cengkareng, Ini Sosoknya

KPK secara resmi menahan anggota DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi (YC), terkait perannya dalam proyek Bandung Smart City. 

Penahanan ini dilakukan setelah ditemukan bukti kuat atas keterlibatannya. 

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyatakan bahwa Yudi berperan aktif dalam pengambilan keputusan terkait proyek tersebut, yang memungkinkan terjadinya praktik suap.

Tessa menjelaskan bahwa penahanan Yudi adalah bagian dari pengembangan penyidikan yang terus berjalan. 

Baca Juga:
Tragis! Siswa SMP di Deli Serdang Meninggal Dunia Diduga Usai Dihukum Squat Jump 100 Kali oleh Gurunya

"Yudi Cahyadi telah kami tahan karena keterlibatannya terbukti dari fakta-fakta baru yang muncul dalam penyidikan," ungkap Tessa, dikutip pada Sabtu, 28 September 2024.

Dia menambahkan bahwa Yudi akan ditahan selama 20 hari pertama di rumah tahanan KPK, mulai dari 27 September hingga 16 Oktober 2024, untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, KPK telah menahan beberapa pejabat lain yang juga terlibat dalam skandal ini. Di antaranya adalah Riantono (RI), Achmad Nugraha (AH), Ferry Cahyadi (FCR), dan mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna (ES). 

Mereka semua terjerat dalam kasus suap pengadaan CCTV untuk Bandung Smart City dan diperkirakan menerima suap minimal Rp 1 miliar per orang.

Baca Juga:
KPU Sigi Sebut Setiap Paslon Wajib Memahami Aturan tentang Kampanye dan Dana Kampanye selama Pilkada 2024

KPK pertama kali membuka kasus ini saat mantan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, terlibat dalam proyek yang sama. 

Yana telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. 

Kasus yang awalnya hanya melibatkan Yana, kini berkembang dengan melibatkan sejumlah anggota DPRD yang diketahui turut berperan dalam proyek ini.

Dalam rilisnya, Tessa juga menyebutkan bahwa penahanan Yudi Cahyadi merupakan kelanjutan dari fakta-fakta yang terungkap selama persidangan Yana Mulyana dan pengembangan penyidikan. 

Baca Juga:
Pemkab Sigi Terus Berupaya Mengatasi dan Menekan Angka Kemiskinan Ekstrem dengan Pemberdayaan Berkelanjutan

“Kami terus menggali bukti-bukti baru, dan tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang terlibat,” kata Tessa. 

Menurutnya, proyek Bandung Smart City yang seharusnya menjadi proyek unggulan malah dimanfaatkan oleh oknum pejabat untuk keuntungan pribadi.

Selain Yudi, KPK juga mengungkapkan bahwa para pejabat yang sebelumnya ditahan, seperti Wakil Ketua DPRD Bandung, Achmad Nugraha, dan beberapa anggota legislatif lainnya, berperan dalam memuluskan proyek ini demi keuntungan mereka sendiri. 

Mereka dituduh menerima suap dalam jumlah besar, yang semuanya terkait dengan pengadaan fasilitas teknologi di kota tersebut.

Baca Juga:
Berbicara di PBB, Netanyahu Sebut Penjajah Israel Akan Terus Menyerang Jalur Gaza dan Lebanon

Publik kini menanti hasil akhir dari penyidikan KPK, dengan harapan kasus ini bisa menjadi pelajaran penting bagi pejabat publik lainnya.

Proyek Bandung Smart City, yang seharusnya meningkatkan layanan publik melalui teknologi, justru tercoreng oleh tindakan korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. 

KPK berjanji untuk terus bekerja keras dalam mengungkap semua pelaku yang terlibat, dan berharap penegakan hukum ini bisa memberikan efek jera bagi pelaku korupsi di masa depan.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan para pejabat tinggi yang semestinya mengawasi proyek-proyek publik. 

Baca Juga:
1 Orang Tewas, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Mengebom Kompleks RS Syuhada Al Aqsa di Jalur Gaza Tengah

Dengan penahanan terbaru ini, masyarakat berharap agar kasus ini bisa segera diselesaikan, dan proyek Bandung Smart City dapat berjalan sesuai tujuannya tanpa adanya campur tangan korupsi. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Kebijakan Ekspor Pasir Laut Tuai Kontroversi, Anggota DPR RI Ini Bongkar 7 Lokasi yang Ditargetkan untuk Pengerukan

Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, kritik kebijakan ekspor pasir laut dan ungkap potensi dampak lingkungan

Sukses Bikin Panas dan Iri Warganet, Zulkifli Hasan dengan Santai Pamer Segepok Uang Ketika Ulang Tahun Sang Cucu

Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan membuat heboh usai memamerkan aksi memberi segepok uang kepada cucunya saat ulang tahun

Dewan Pers Melarang Wartawan Menjadi Tim Sukses dan Membuat Gaduh Suasana Demokrasi

Dewan pers mengingatkan wartawan untuk tidak membuat gaduh suasana demokrasi dengan menyajikan berita yang tidak profesional.

Penggerebekan Besar di Bromo! 38 Ribu Batang Ganja Ditemukan di Ladang Tersembunyi

Operasi penggerebekan ladang ganja di Bromo berhasil sita 38 ribu batang serta 4 tersangka ditangkap.

Tampil Profesional Ketika Pidato di Rapat DPD, Komeng Bikin Warganet Kagum dan Singgung Pemilik Akun Fufufafa

Aksi komeng ketika pidato di rapat DPD menjadi sorotan warganet, banyak yang kagum dan mengaitkannya dengan akun Fufufafa

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;