Viral! Deepfake Video Presiden Prabowo Dipakai untuk Penipuan Bantuan Pemerintah, Polisi Bongkar Sindikatnya

Viral video deepfake Presiden Prabowo Subianto untuk penipuan bantuan. Polisi bongkar sindikat dan tangkap pelaku utama.
Viral video deepfake Presiden Prabowo Subianto untuk penipuan bantuan. Polisi bongkar sindikat dan tangkap pelaku utama. Source: Foto/dok. TBN Polri

Nasional, gemasulawesi - Media sosial baru-baru ini digegerkan oleh beredarnya video deepfake yang memperlihatkan Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat tinggi negara. 

Tidak hanya Presiden Prabowo, video tersebut juga melibatkan deepfake Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

Dalam video tersebut, tampak mereka memberikan imbauan tentang program bantuan pemerintah untuk masyarakat yang membutuhkan.

Namun, video itu ternyata merupakan alat yang digunakan sindikat penipu untuk memanipulasi korban. 

Baca Juga:
Tidak Setuju Biaya Ibadah Haji Diturunkan, Ketua MUI ke Presiden Prabowo: Berikan Sesuai Harga Sebenarnya

Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), pelaku berhasil menciptakan video deepfake yang tampak meyakinkan. 

Video tersebut mencantumkan nomor WhatsApp yang diarahkan kepada tersangka untuk menipu korban. 

Korban diminta mendaftar sebagai penerima bantuan dengan terlebih dahulu membayar sejumlah uang sebagai biaya administrasi.

Korban yang percaya kemudian mentransfer uang kepada pelaku dengan harapan menerima bantuan pemerintah. 

Baca Juga:
Anas Urbaningrum Soal Menteri ATR Batalkan Sertifikat HGB Pagar Laut Tangerang: Tanda Pemerintah Bekerja dengan Benar

Namun, bantuan yang dijanjikan tidak pernah ada. Dalam banyak kasus, pelaku terus meyakinkan korban untuk mengirimkan lebih banyak uang, hingga total kerugian mencapai jutaan rupiah. 

Modus ini diduga telah berlangsung lama, bahkan sejak tahun 2020, dengan korban yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri segera melakukan penyelidikan setelah video ini menjadi viral. 

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku utama di balik modus ini adalah seorang pria berinisial AMA (29). 

Baca Juga:
Gagal Kelabuhi Petugas Bea Cukai, 2 Pelajar yang Ingin Selundupkan 3 Kg Sabu di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Polisi akhirnya menangkap tersangka AMA di Dusun 1, Kelurahan Bumi Nabung Ilir, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Himawan Bayu Aji menjelaskan bahwa tersangka AMA sudah menjalankan modus penipuan ini selama lima tahun.

“Tersangka memanfaatkan deepfake video untuk menyebarkan informasi palsu tentang bantuan pemerintah. Ini adalah tindak kejahatan serius karena melibatkan teknologi canggih dan berdampak luas,” ungkap Himawan dalam konferensi pers pada Kamis, 23 Januari 2025.

Lebih lanjut, Himawan mengungkapkan bahwa korban yang terdata sejauh ini berjumlah 11 orang. 

Para korban mengalami kerugian dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp250.000 hingga Rp1.000.000. 

Baca Juga:
BMKG Sampaikan Dampak Hidrometeorologi di Sulteng Masih Berpotensi Terjadi hingga Maret 2025

“Kami meyakini jumlah korban sebenarnya lebih banyak karena pelaku sudah menjalankan modus ini sejak 2020,” tambahnya.

Selain menangkap AMA, polisi juga mengidentifikasi anggota lain dari sindikat ini. 

Salah satu pelaku berinisial FA saat ini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Himawan memastikan pihaknya akan terus mengusut kasus ini hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.

Baca Juga:
Apple, Google, Meta dan Perusahaan Besar Lainnya Diinterogasi Terkait Sumbangan Besar untuk Donald Trump, Inilah Penjelasannya

Dalam kasus ini, AMA dijerat dengan Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 UU No. 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Selain itu, tersangka juga dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukuman yang menanti pelaku adalah pidana penjara maksimal enam tahun.

Polisi berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama jika melibatkan iming-iming bantuan atau hadiah. 

Teknologi seperti deepfake kini kerap disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Dengan semakin canggihnya teknologi, Brigjen. Pol. Himawan juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa ulang informasi yang diterima, terutama yang berasal dari sumber tidak resmi. 

“Jangan mudah percaya dengan video atau pesan yang mencantumkan nomor pribadi untuk bantuan pemerintah. Laporkan segera ke pihak berwenang jika menemukan hal mencurigakan,” pungkasnya. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Tidak Setuju Biaya Ibadah Haji Diturunkan, Ketua MUI ke Presiden Prabowo: Berikan Sesuai Harga Sebenarnya

Ketua MUI, KH Cholil Nafis tidak setuju dengan usulan dari Presiden Prabowo yang ingin menurunkan biaya ibadah haji

Anas Urbaningrum Soal Menteri ATR Batalkan Sertifikat HGB Pagar Laut Tangerang: Tanda Pemerintah Bekerja dengan Benar

Anas Urbaningrum memberikan apresiasi kepada Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid yang mencabut sertifikat HGB di area pagar laut Tangerang

Islah Bahrawi Soroti Wacana Pemerintah yang Ingin Pulangkan Hambali dari Penjara AS: Jangan Terlalu Gegabah

Islah Bahrawi menyoroti wacana yang disampaikan Menko Yusril terkait pemulangan sosok Hambali ke Indonesia dari penjara Amerika Serikat

Denny Siregar Puji Presiden Prabowo Karena Beri Perintah Bongkar Pagar Laut Tangerang: Ini Baru Pemberani

Denny Siregar memberikan pujian kepada Presiden RI Prabowo Subianto, karena memberikan perintah untuk bongkar pagar laut Tangerang

Terungkap! Sertifikat Ratusan Ribu Rumah Subsidi Mangkrak Sejak 2019, Erick Thohir Kecam Praktik Curang Developer

BTN ungkap 4.000 proyek rumah subsidi bermasalah, Erick Thohir kecam developer curang, solusi terus diupayakan pemerintah.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;