Provinsi Sulawesi Selatan Masih Dihantui Cuaca Ekstrem Selama Seminggu Kedepan

waktu baca 2 menit
Cuaca mendung sehabis hujan di Makassar (Foto / Nurul)

, gemasulawesi – Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebutkan Provinsi (Sulsel) masih dihantui selama seminggu kedepan.

Berdasarkan pantauan BMKG tersebut disebabkan dari adanya Ex-Siklon Tropis Ellie.

“Potensi di selama seminggu kedepan disebabkan salah satunya Ex-Siklon Tropis Ellie,” jelas prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Asriani Idrus, Selasa 3 Januari 2022.

Baca : Seorang Istri Lapor Suami Hilang di Makassar Malah Ditertawai

Menurut Asriani Idrus, bibit Ex-Siklon Tropis Ellie ini sudah dimulai sejak 22 Desember 2022 lalu.

Hal itu mengakibatkakn tekanan rendah yang ada di Australia Utara, meningkat sehingga terjadi Siklon Tropis.

“Nah punahnya itu hingga sekarang terpantau tetap bertahan dan aktif, sehingga kami menyebutnya Ex. Akan tetapi tekanannya masih dikategorikan rendah,” terangnya.

Baca : Potensi Cuaca Buruk, Pengelola Pelabuhan Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kondisi inilah yang menarik hampir seluruh massa udara untuk pergi ke pusat tekanan.

Selain itu, turut memicu pergerakan kecepatan angin yang tinggi di , sampai gelombang tinggi.

“Maka kami mengeluarkan peringatan dini terkait hujan lebat dengan juga gelombang tinggi,” ungkapnya.

Baca : Waspada Potensi Gelombang 6 Meter di Perairan Indonesia

Sementara Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Irwan Slamet dalam keterangan resminya menjelaskan hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi masih terus berlangsung.

“Diprediksi dari tanggal 3 sampai 9 Januari 2023, hujan dengan intensitas lebat yang cenderung terjadi pada dini hari hingga pagi hari berpotensi berlangsung di wilayah ,” tegasnya.

Irwan memaparkan, penyebab karena dinamika atmosfer saat memperlihatkan indikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di .

Baca : BMKG Sebut Ada Potensi Cuaca Ekstrem Saat Natal dan Tahun Baru

Ex-Siklon tropis Ellie terlihat masih berada di Australia bagian barat dapat meningkatkan kecepatan angin serta ketinggian gelombang laut di sepanjang daerah pergi ke pusat tekanan.

“Terjadi pertemuan arus angin (konvergensi) di wilayah sekitar sehingga terjadinya penumpukan massa udara yang mendukung tumbuhnya awan hujan. Model cuaca memperlihatkan kelembapan udara lapisan atas sampai ketinggian 700 mb dalam kondisi basah sebesar 70-100 persen,” urai Irwan.

ini berpotensi berlangsung di wilayah bagian barat juga tengah. BMKG telah mengeluarkan peringatan adanya potensi di Sulsel bagian barat juga selatan.

Baca: BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada Gelombang Tinggi Empat Meter

“Masyarakat telah diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar wilayah ,” tambahnya. (*/NRL)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.