Quartararo: ‘Habis-Habisan’ di MotoGP Europe 2020

waktu baca 3 menit
(Foto: Pembalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo, akun Twitter official Fabio Quartararo)

Berita olahraga, gemasulawesiPembalap Petronas Yamaha Fabio Quartararo menyebut akan ‘habis-habisan’ pada balapan MotoGP Europe 2020.

“Kejuaraannya akan berakhir jika tidak mengambil risiko besar dari urutan ke-11 di grid GP Eropa,” ungkap Fabio Quartararo dikutip dari Motorsport, Minggu 8 November 2020.

Ia mengakui, dengan posisi start di urutan ke 11 tidak akan rugi harus berjuang dengan agresif sejak awal balapan.

Mengingat rivalnya dalam memperebutkan titel juara dunia MotoGP 2020, Alex Rins dan joan Mir berada diurutan posisi kedua dan urutan kelima start.

Baca juga: Parigi Moutong Akan Miliki Sirkuit Balap Motor

Sirkuit Ricardo Tormo terkenal sulit untuk disalip, sementara pembalap Yamaha berulang kali mengeluhkan betapa sulitnya mengoper M1.

“Tujuan saya adalah memenangkan kejuaraan dan jika saya tidak mengambil risiko besar besok, titel juara dunia MotoGP 2020 akan berakhir,” tegasnya.

Pembalap Petronas Yamaha itu telah berjuang sepanjang akhir pekan dalam kondisi basah pada lanjutan balapan MotoGP Europe 2020. Dan beruntung bisa langsung memasuki Q2 karena FP2 hari Jumat berjalan di trek Sirkuit Ricardo Tormo yang mengering.

Dengan trek basah tetapi mengering untuk kualifikasi, Fabio Quartararo sekali lagi berada di belakang. Dengan torehan waktu 1m41.943s.

Baca juga: Rossi Nyaris Terhantam Motor di MotoGP Austria

“Sejujurnya, posisi saya benar-benar tidak akan rugi,” tutur Quartararo.

Ia mengatakan, ia ingin benar-benar ingin melakukan terbaik. Jika harus benar-benar agresif, ia akan melakukannya. Dan jika jatuh itu akan menjadi alasan yang baik.

Jadi, ia hanya ingin berada di jalan yang terbaik. Tentu saja, akan mencoba melakukan pemanasan dengan baik dan akan menjadi sangat penting.

“Akan sangat penting bagi kami, untuk membuat balapan yang bagus,” sebutnya.

Baca juga: Kematian Wanita Toraja di Mamuju, “Disebabkan” Penyakit Paru-Paru

Quartararo mengatakan, dia mencoba segala yang dia bisa pada Yamaha-nya untuk meningkatkan perasaan “sangat buruk” dalam kondisi basah, tetapi tidak ada bedanya.

Hal ini membuatnya bingung, karena dia menegaskan “bukan bencana” biasanya di kondisi basah.

“Saya pikir saya mencoba segalanya sebagai pengendara motor; melakukan pengereman dengan cara berbeda, menyandarkan sepeda dengan cara yang berbeda, menggunakan rem dengan cara yang berbeda dan perasaannya selalu sama, “jelasnya.

Ia mengakui, selalu merasa kehilangan bagian depan, kehilangan bagian belakang, tergelincir dan mengambang sepanjang waktu.

Baca juga: Rins Tercepat di FP3 MotoGP Catalunya, Marquez Kesembilan

Hal seperti itu sangat sulit untuk dipahami, karena tahun lalu dalam kondisi basah di setiap sesi ia berada di 10 besar. Sedangkan tahun 2020 dengan situasi yang dialami, ia berada di posisi terakhir.

“Jadi, itu membuat frustrasi karena saya tahu saya bukan pembalap yang sangat baik di medan basah,” tuturnya.

Baca juga: Ini Tanda Kebangkitan Rossi di MotoGP Inggris

Quartararo belum naik podium sejak kemenangannya di Catalunya pada September. Namun, ia menegaskan masih cukup kuat untuk memenangkan titel juara dunia.

Ia meyakini dirinya cukup kuat. Jika ia memiliki segalanya dibawah kendalinya maka otomatis motornya akan cepat.

“Jika saya tidak kuat, saya tidak akan memenangkan tiga balapan tahun ini dan tidak membuat beberapa balapan bagus,” tutupnya.

Baca juga: Menang MotoGP Thailand, Marquez Raih Gelar Juara Dunia 2019

Baca juga: Lagi, Satu Pasien Corona Sulteng Asal Kota Palu Meninggal Dunia

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.