Viral! Pemilik Wedding Organizer di Depok Diduga Gelapkan Uang Puluhan Calon Pengantin, Kerugian Capai Miliaran Rupiah, Begini Kronologinya

Pemilik wedding organizer (WO) di Depok dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan.
Pemilik wedding organizer (WO) di Depok dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

Depok, gemasulawesi - Jagat maya kembali dihebohkan dengan kasus viral yang melibatkan pemilik wedding organizer (WO) berinisial AR di Depok. 

AR diduga membawa kabur uang dari sejumlah calon pengantin di Depok yang telah mempercayakan persiapan pernikahan mereka kepadanya. 

Kabar mengenai penipuan ini menyebar luas setelah korban mulai mengungkapkan pengalaman mereka melalui media sosial, menyebabkan banyak calon pengantin, khususnya di Depok dan masyarakat umum menjadi waspada.

Para korban melaporkan bahwa setelah melakukan pembayaran yang cukup besar kepada AR untuk paket pernikahan, mereka mengalami berbagai kendala, termasuk hilangnya komunikasi dan tidak adanya progres dalam persiapan pernikahan. 

Baca Juga:
Selidiki Kasus Balita yang Meninggal Usai Dibanting Ibu Kandung di Jakarta Selatan, Polisi Sebut Keluarga Tolak Autopsi, Ini Alasannya

Sejumlah calon pengantin mengaku telah mengeluarkan uang dalam jumlah fantastis, yang seharusnya digunakan untuk berbagai layanan pernikahan, namun tidak mendapatkan layanan tersebut. 

Hal ini mengakibatkan calon pengantin terpaksa menunda atau bahkan membatalkan pernikahan mereka karena tidak ada persiapan yang dilakukan.

Dalam pernyataan yang beredar, salah satu korban menyebutkan bahwa dia telah membayar hingga ratusan juta rupiah, namun tidak menerima hasil apapun dari WO tersebut. 

Korban lainnya mengungkapkan kerugian mencapai miliaran rupiah, yang mengindikasikan bahwa kasus ini melibatkan banyak orang dengan kerugian yang signifikan. 

Baca Juga:
Kondisi Tanaman Terancam Rusak, Pemprov Sulbar Mengantisipasi Serangan Ulat Api yang Menyerang 100 Hektare Tanaman Sawit di Mamuju Tengah

Kegagalan AR untuk memenuhi komitmennya dan upaya untuk menghindari tanggung jawab memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan calon pengantin yang merasa tertipu.

Kasus ini mendapat perhatian luas di media sosial, di mana banyak netizen membagikan pengalaman serupa dan memberikan saran tentang bagaimana memilih WO yang terpercaya. 

Beberapa netizen bahkan mengingatkan agar calon pengantin lebih berhati-hati dan melakukan pengecekan yang lebih mendalam sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa WO, termasuk memverifikasi keberadaan fisik kantor dan kredibilitas dari penyedia jasa.

Menanggapi semakin meluasnya kasus ini, Polda Metro Jaya telah melakukan langkah-langkah investigasi. 

Baca Juga:
Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara, Tim Penyidik KPK Lakukan Cek Fisik terhadap Tempat Evakuasi Sementara di Lombok Utara

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima dua laporan resmi mengenai dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh AR pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2024. 

“Kami telah menerima laporan dari korban terkait dugaan penipuan atau penggelapan yang dilakukan oleh oknum WO ini,” jelas Ade Ary. 

Ia menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Ade Ary mengimbau kepada calon pengantin dan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih wedding organizer. 

Baca Juga:
Wujudkan Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemerintah Provinsi Bengkulu Kukuhkan Satgas PPA

Ia menyarankan agar masyarakat memastikan kredibilitas WO yang akan dipilih dan melakukan pengecekan yang menyeluruh untuk menghindari penipuan serupa di masa depan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Pakai Seragam dan Baret Merah Kopassus, Pria Ini Viral Usai Ngaku Anggota TNI AD Aktif Saat Jalani Sidang Kasus Penipuan di PN Tangerang

Viral seorang pria yang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang dengan menggunakan seragam TNI AD dari Kesatuan Kopassus.

Viral! Toko Kelontong di Karangligar Karawang Jadi Korban Penipuan Pria dengan Modus Tukar Uang Receh, Begini Kronologinya

Toko Kelontong di Karangligar, Telukjambe Barat, mengalami kerugian sebesar Rp509 ribu akibat modus penukaran uang koin.

Puluhan Penyanyi Dangdut di Depok Jadi Korban Penipuan Arisan Bodong, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp3,5 Miliar

Puluhan penyanyi atau biduan asal Depok didampingi kuasa hukumnya membuat laporan dugaan penipuan arisan bodong ke Polres Metro Depok.

Terus Bertambah! Polisi Tangkap 1 Lagi Tersangka Baru dalam Kasus Penipuan Online Modus Loker Paruh Waktu, Ini Sosoknya

Bareskrim Polri menetapkan satu lagi tersangka baru kasus penipuan online jaringan internasional berkedok lowongan kerja (loker) paruh waktu

Raup Keuntungan Rp1,5 Triliun! Ternyata Begini Modus Operandi Sindikat Penipuan Online Berkedok Loker Paruh Waktu yang Viral di Media Sosial

Kasus penipuan jaringan internasional bermodus lowongan kerja paruh waktu berhasil diungkap Polri, begini modus operandi pelaku.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;