Sertifikat Pagar Laut Tangerang Cacat Hukum, Langkah Tegas Pemerintah Ungkap Fakta Baru, Begini Kata Menteri ATR Nusron Wahid

Kementerian ATR/BPN mencabut sertifikat pagar laut cacat hukum di Desa Kohod, Tangerang, karena melanggar prosedur.
Kementerian ATR/BPN mencabut sertifikat pagar laut cacat hukum di Desa Kohod, Tangerang, karena melanggar prosedur. Source: Foto/Instagram @kementerian.atrbpn

Tangerang, gemasulawesi - Masalah kepemilikan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dan sertifikat hak milik (SHM) terkait pagar laut di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menjadi perhatian publik. 

Keberadaan sertifikat-sertifikat tersebut dianggap melanggar aturan hukum karena lokasi yang seharusnya berupa daratan telah berubah menjadi wilayah bawah laut. 

Hal ini mengundang banyak pertanyaan tentang prosedur penerbitan sertifikat tersebut dan dampaknya terhadap tata ruang wilayah pesisir.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyebut penerbitan sertifikat ini cacat prosedur dan materiil.

Baca Juga:
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang Solo, Puluhan Telur Pecah dan Picu Kemacetan, Begini Kronologinya

Berdasarkan hasil evaluasi, batas-batas garis pantai yang tercantum dalam dokumen sertifikat tidak sesuai dengan kondisi faktual. 

Nusron juga menegaskan bahwa dokumen-dokumen ini melanggar ketentuan yuridis, sehingga pembatalan sertifikat menjadi langkah yang harus dilakukan.

Dalam tinjauan langsung, ditemukan bahwa tanah yang tercatat dalam sertifikat sudah tidak lagi berbentuk daratan, melainkan wilayah laut. 

"Hasil peninjauan menunjukkan lokasi ini sudah menjadi bagian dari perairan, sehingga tidak dapat lagi disebut sebagai tanah," ujar Nusron, dikutip pada Sabtu, 25 Januari 2025.

Baca Juga:
Seorang Komandan Hamas yang Sebelumnya Dilaporkan Tewas Muncul Kembali dalam Keadaan Hidup

Proses pencabutan dimulai dari 50 sertifikat yang secara administratif telah terbukti tidak memenuhi syarat hukum. Namun, jumlah sertifikat bermasalah ini cukup besar, yakni mencapai 263 sertifikat. 

Nusron mengatakan, “Pencabutan dilakukan secara bertahap karena harus memeriksa dokumen yuridis dengan hati-hati. Langkah ini tidak boleh gegabah.”

Kementerian ATR/BPN mengambil langkah serius dalam menuntaskan polemik sertifikat pagar laut ini. Tim khusus dibentuk untuk memverifikasi dan membatalkan sertifikat yang tidak sah. 

Nusron memastikan bahwa pemerintah akan menyelesaikan kasus ini dengan cepat agar tidak terjadi penyalahgunaan tata ruang yang lebih luas.

Baca Juga:
Pejabat PBB Sebut Diperlukan Lebih Banyak Dana untuk Gaza Guna Mempertahankan Aliran Bantuan

Sertifikat yang diterbitkan tanpa mematuhi prosedur legal dianggap membahayakan tatanan wilayah pesisir dan ekosistem laut. 

Nusron menekankan pentingnya proses evaluasi yang ketat untuk menghindari kasus serupa di masa depan. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan celah hukum untuk menguasai wilayah yang sebenarnya masuk dalam kawasan publik.

Ke depan, pemerintah berkomitmen memastikan tata ruang pesisir dikelola sesuai aturan yang berlaku demi melindungi kepentingan bersama. 

Proses ini juga diharapkan menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan pengawasan terhadap penerbitan sertifikat hak atas tanah, terutama di wilayah sensitif seperti kawasan pesisir. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Tim KPK Berhasil Menahan Suswandi Bupati Kabupaten Situbondo, Begini Tanggapan Direktur Penyidikan

Bupati Suswandi Kabupaten Situbondo berhasil diringkus kepolisian lantaran dugaan korupsi dana PEN dengan rekannya Eko Erlangga Jati.

3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang Solo, Puluhan Telur Pecah dan Picu Kemacetan, Begini Kronologinya

Kecelakaan beruntun di Tol Semarang-Solo akibat rem bus diduga blong. Tiga kendaraan rusak, beruntung tak ada korban jiwa.

Viral Seorang Bocah SD di Jember Jadi Korban Bullying, Diduga Tubuh Terendam Air Got, Ternyata Ini Faktanya

Bocah SD diduga menjadi korban bullying hingga tubuh tenggelam di air got dekat rumah orangtuanya hingga pelaku berupaya kabur.

Geger! Polda Riau Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Golden Crescent yang Dikendalikan dari Lapas, 2 Tersangka Ditangkap

Polda Riau sita 1,064 kg sabu dari jaringan narkotika internasional. Sindikat dikendalikan narapidana dalam lapas.

Heboh! Bimbingan Belajar di Makassar Sebar Hoaks Biaya Masuk Akpol untuk Kepentingan Bisnis, Pelaku Terancam Hukuman Berat

ASN Institute di Makassar sengaja sebarkan informasi palsu biaya Akpol. Polisi amankan pelaku dan terancam pidana enam tahun.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;