Gagal Selundupkan 13 Kilogram Sabu, Dua Warga Surabaya Ditangkap di Semarang, Begini Modus Operasinya

Polisi gagalkan penyelundupan narkoba di Semarang, sita 13 kilogram sabu dan ribuan pil ekstasi.
Polisi gagalkan penyelundupan narkoba di Semarang, sita 13 kilogram sabu dan ribuan pil ekstasi. Source: Foto/dok. Humas Polri

Hukum, gemasulawesi - Penyelundupan narkotika skala besar kembali berhasil digagalkan oleh Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah. 

Dalam operasi yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Ditresnarkoba Polda Jateng menyita 13,92 kilogram sabu-sabu dan 10.300 pil ekstasi.

Dua tersangka, RT (39) dan MIA (31), keduanya warga Surabaya, kini telah ditetapkan sebagai pelaku utama dalam kasus ini.

Operasi ini bermula dari informasi adanya pengiriman narkotika dari Pontianak ke Semarang menggunakan Kapal Dharma Kartika VII. 

Baca Juga:
Terungkap! Hotel Mewah di Semarang Diduga Dibangun dengan Dana Gelap Perjudian Online, Ini Langkah Tegas Polri

Kedua tersangka diketahui berangkat dari Surabaya menuju Pontianak pada 22 Desember 2024. Mereka tiba di Pelabuhan Tanjung Emas pukul 21.00 WIB dengan kapal yang sama. 

Selama di Pontianak, tersangka menginap di Hotel Mahkota dan menerima kardus mencurigakan berisi paket sabu dan ekstasi pada 24 Desember 2024.

Barang bukti narkotika ditemukan dalam 13 paket sabu dan 10.300 pil ekstasi yang disembunyikan secara rapi di kendaraan. 

Sebagian besar barang haram tersebut disembunyikan di dalam dinding pintu belakang mobil, dua bungkus ekstasi di bagian samping kanan, dan satu paket sabu di bawah dashboard stir. 

Baca Juga:
Geledah Rumah Hasto Kristiyanto Tersangka Kasus Suap Harun Masiku, KPK Temukan 2 Barang Bukti Penting Ini

Setelah barang dimodifikasi ke dalam kendaraan, tersangka membawa mobil tersebut naik Kapal Dharma Kartika untuk kembali ke Semarang.

Pada 2 Januari 2025, tepat pukul 12.30 WIB, polisi dari Tim Subdit 1 bersama Polsek KP3 menangkap kedua tersangka saat mereka tiba di Pelabuhan Tanjung Emas. 

Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir, Dirresnarkoba Polda Jateng, menyebutkan bahwa tersangka RT mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang tidak dikenal di Pontianak atas perintah DK, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

"Barang haram ini rencananya akan dibawa ke Surabaya untuk diserahkan kepada pihak lain atas perintah DK," jelasnya pada Selasa, 7 Januari 2025.

Baca Juga:
Keamanan Siber di Tahun 2025: Inilah Ancaman Dunia Maya Teratas yang Tidak Boleh Diabaikan

Kini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polda Jawa Tengah untuk proses hukum lebih lanjut. 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Jo 132 Ayat 1 dan Pasal 112 Ayat 2 Jo 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Hukuman yang menanti mereka adalah pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara minimal 6 tahun hingga maksimal 20 tahun.

Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir menegaskan, “Kami akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Ini adalah langkah penting dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia.”

Baca Juga:
Jangan Panik! Inilah Hal-hal yang yang Harus Dilakukan Jika Ponsel Anda Tidak Mau Menyala

Operasi ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menindak tegas kejahatan narkotika dan melindungi masyarakat dari ancaman barang haram tersebut. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Baru Terungkap! Kasus Judi Online dan Gratifikasi di Kemenkomdigi Ternyata Libatkan Dua Klaster Besar, 32 Saksi Diperiksa

Kasus judi online dan gratifikasi di Kemenkomdigi bongkar 2 klaster besar. Polda Metro Jaya terus mendalami.

Usut Kasus Pemerasan WNA Malaysia di DWP 2024, Dua Anggota Polisi Dipecat, Polri Ungkap Fakta Baru

Dua polisi pemeras penonton WNA Malaysia di DWP 2024 dipecat. Polri pastikan kasus ditangani tegas dan transparan.

Kasus Kematian Dokter Aulia Risma Lestari Masuki Babak Baru, Polda Jawa Tengah Tetapkan Tersangka Bullying di PPDS Undip

Kasus kematian dr. Aulia Risma Lestari, mahasiswa PPDS Undip, kini tengah didalami polisi terkait bullying.

Dijerat Pasal Berlapis, Pengendali Utama Laboratorium Narkotika di Bali Kini Terancam Hukuman Mati, Ini Alasannya

Polisi tangkap warga Ukraina pemodal laboratorium narkotika Bali. Ancaman hukum berupa hukuman mati atau penjara seumur hidup menanti.

Lama Jadi Buron! Tersangka Utama Sindikat Narkoba Bali Akhirnya Ditangkap di Thailand, Jaringan Besar Terbongkar

Polri berhasil menangkap buronan utama narkoba Bali, ungkap jaringan produksi dan distribusi hasis internasional.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;