Gambarkan Penembakan Tanpa Batas di Jalur Gaza, Tentara Penjajah Israel Ungkap Rasanya Seperti Permainan Komputer

Ket. Foto: Tentara Penjajah Israel Menggambarkan Penembakan Tanpa Batas di Jalur Gaza
Ket. Foto: Tentara Penjajah Israel Menggambarkan Penembakan Tanpa Batas di Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, 6 tentara penjajah Israel menggambarkan budaya ‘tembak dulu, tanya belakangan’ atau penembakan tanpa batas di dalam tentara penjajah Israel di Jalur Gaza, yang menyebabkan wanita, anak-anak dan rumah sakit, serta sekolah diserang tanpa hukuman.

Seorang tentara penjajah Israel yang diidentifikasi hanya sebagai A, mengatakan rasanya seperti permainan komputer, menggambarkan pengalamannya bekerja di ruang operasi.

“Sesekali, sebuah gedung runtuh dan perasaannya adalah ‘Wah, gila sekali, asyik sekali’,” ujarnya.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menyerbu Nablus di Tepi Barat, Baku Tembak Hebat dan Bentrokan Dilaporkan Terjadi

Sementara itu, prajurit lain, yang diidentifikasi hanya dengan nama M, menggambarkan penembakan sebagai ‘sangat tidak dibatasi’, bahkan ketika menembak dengan ‘senapan mesin, tank dan juga mortir’.

Di sisi lain, dalam serangkaian wawancara yang dilakukan dengan media Ibrani, seorang tawanan Rusia yang dibebaskan menggambarkan ketakutannya bahwa pengawal Hamas akan membunuhnya di Jalur Gaza.

Diketahui jika tawanan Rusia tersebut adalah Andrey Kozlov, yang dibebaskan pada awal Juni lalu, dan dia pindah ke penjajah Israel dari Rusia hanya 18 bulan sebelum tanggal 7 Oktober 2023 lalu.

Baca Juga:
Setelah Adanya Perintah Penjajah Israel, Evakuasi Mendesak Dilakukan Warga Palestina di Kota Gaza

“Dalam beberapa saat, saya yakin jika mereka menganggap kami melakukan pembunuhan dan juga memfilmkan proses ini,” katanya.

Dia menyatakan tujuannya hanya satu, yakni bertahan hidup dan pulang ke rumah.

Sementara itu, Pantai Zikim akan dibuka kembali untuk publik penjajah Israel untuk pertama kalinya sejak tanggal 7 Oktober 2023.

Baca Juga:
Bersama Sekelompok Warga, Wakil Menteri Tenaga Kerja Palestina Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Kota Gaza

Otoritas penjajah Israel telah melakukan renovasi, termasuk dengan membangun tempat perlindungan bom.

Sekitar 20 tentara penjajah Israel akan ditempatkan secara permanen di Pantai Zikim saat dibuka kembali pada tanggal 1 Agustus 2023.

Selain itu, Pantai Zikim juga hanya akan dibuka pada siang hari.

Baca Juga:
Telah Menyebabkan Banyak Korban di Wilayah Selatan, Polisi Gaza Mengecam Serangan Penjajah Israel terhadap Petugas Penegak Hukum Palestina

Di sisi lain, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina atau PRCS menyatakan bahwa 3 anak kecil terluka akibat pecahan peluru setelah militer penjajah Israel menyerbu kamp pengungsi Askar di sebelah timur Nablus, Tepi Barat.

Anak-anak tersebut berusia 13, 10 dan 9 tahun, dikabarkan mengalami benturan di kepala dan telah dibawa ke rumah sakit oleh petugas medis PRCS.

Kondisi mereka saat ini belum diketahui. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Dengan Nama atau Pembenaran Apapun, Hamas Tegaskan Tidak Ada Pasukan Asing yang Diizinkan Tinggal di Gaza

Hamas menyampaikan mereka menegaskan penolakan mereka terhadap posisi apapun yang mendukung masuknya pasukan asing ke Gaza.

Sejumlah Orang Tewas, 2 Anak Dikabarkan Terjebak di Bawah Reruntuhan Setelah Serangan Mematikan di Lingkungan Daraj Kota Gaza

Setelah terjadi serangan yang mematikan di lingkungan Daraj di Kota Gaza, 2 anak dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan rumah.

Picu Kemarahan, Senator AS Lindsey Graham Tanggapi Protes dengan Pernyataan Anti Palestina di Media Sosial

Pernyataan anti Palestina diunggah oleh Senator Amerika Serikat, Lindsey Graham, di media sosial miliknya untuk menanggapi protes.

1 Orang Lainnya Terluka, Seorang Tentara Dilaporkan Tewas dalam Serangan Penusukan di Mall Penjajah Israel

Dalam serangan penusukan di mall di kota Karmiel di penjajah Israel, 1 orang tentara penjajah Israel dikabarkan tewas.

7 Warga Palestina Dilaporkan Tewas, Pasukan Penjajah Israel Menyerang Gedung Berlantai 5 yang Berada di Dekat RS Nasser

Gedung berlantai 5 yang berada di dekat RS Nasser diserang oleh pasukan penjajah Israel dan menyebabkan 7 warga Palestina meninggal.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;