Heboh Dugaan Raffi Ahmad Pemilik Helikopter yang Jatuh di Tebing Pantai Suluban Kuta Selatan, Humas Polda Bali Bongkar Fakta Mengejutkan Ini

Helikopter jatuh di Suluban, Bali pada 19 Juli 2024, memicu spekulasi bahwa Raffi Ahmad adalah pemiliknya. Cek faktanya.
Helikopter jatuh di Suluban, Bali pada 19 Juli 2024, memicu spekulasi bahwa Raffi Ahmad adalah pemiliknya. Cek faktanya. Source: Foto/Kolase Instagram @infobali.viral

Nasional, gemasulawesi - Sebuah helikopter dengan nomor registrasi PK-WSP jatuh di tebing Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. 

Insiden ini memicu spekulasi bahwa helikopter tersebut adalah milik presenter terkenal Raffi Ahmad, yang sebelumnya terlihat mempromosikan helikopter serupa dalam video.

Spekulasi ini diperkuat oleh konten promosi yang dibuat Raffi Ahmad saat menunjukkan helikopter tersebut bersama rekan-rekan influencernya.

Dalam video yang diunggah di kanal Youtube RANS Entertainment sekitar satu tahun yang lalu, Raffi Ahmad menyatakan, "Kita lihat ini helikopter Raffi Ahmad, keren ga nih gue ada helikopter loh." 

Baca Juga:
Mengejutkan! Joe Biden Mundur dari Pencalonan Pilpres 2024 Setelah Insiden Penembakan Donald Trump, Ini Sosok yang Didukungnya untuk Maju

Video ini menyebabkan dugaan bahwa Raffi Ahmad adalah pemilik helikopter tersebut.

Terlebih setelah fotonya di depan helikopter tersebut juga tampak di laman website resmi balihelitour.id di bagian about us.

Namun, klarifikasi terbaru dari pihak berwenang mengungkapkan bahwa Raffi Ahmad tidak memiliki helikopter tersebut. 

Kombes Jansen Avitus Panjaitan, Kepala Bidang Humas Polda Bali, menegaskan bahwa helikopter PK-WSP tipe Bell 505 adalah milik PT Indo Aviasi Perkasa.

Baca Juga:
Distribusi Elpiji Bersubsidi 3 Kg Masih Memunculkan Banyak Keluhan, DPRD Gorontalo Utara Sebut Berbagai Kendala Perlu Diselesaikan dengan Tepat

Ia juga menegaskan jika tak ada nama Raffi Ahmad yang tercantum berdasarkan data yang ada.

"Berdasarkan data yang ada, tidak terdapat nama Raffi Ahmad. Itu tercantum PT apa, tidak ada kan. Jadi mengenai kelanjutannya itu kita tidak bisa mengatakan itu punya Raffi Ahmad. Yang jelas data yang tercantum di surat seperti itu," ujar Kombes Jansen.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Raffi Ahmad hanya mempromosikan helikopter milik PT Indo Aviasi Perkasa tersebut, bukan sebagai pemiliknya.

Diberitakan sebelumnya, Helikopter PK-WSP lepas landas dari helipad Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Badung pada 19 Juli 2024 pukul 14.33 WITA, dipiloti oleh Dedi Kurnia, dan mengangkut satu kru serta tiga wisatawan. 

Baca Juga:
Dugaan Pungli Pengadaan AC Sebesar Rp1,5 juta Per Siswa Baru di SMAN 6 Denpasar Mencuat, Inspektorat Bali Ambil Tindakan Tegas ini

Kombes Jansen juga menyebutkan bahwa tali layang-layang yang terlilit di baling-baling helikopter akan diselidiki lebih lanjut untuk menentukan siapa pemiliknya. 

Di lokasi kejadian, hanya ditemukan tali layangan, tanpa adanya layangan itu sendiri.

Kementerian Perhubungan dan PT Whitesky Aviation juga mengonfirmasi bahwa helikopter yang jatuh adalah milik PT Indo Aviasi Perkasa, dengan PT Whitesky Aviation sebagai pengelola. 

VP GRC PT Whitesky Aviation, I Gede Bambang Narayana, menjelaskan bahwa kecelakaan disebabkan oleh helikopter yang terlilit tali layangan dari nilon.

Baca Juga:
Sebut Teknologi Canggih Saat Ini Mengubah Cara Bekerja, Gubernur Sulteng Dikabarkan Membuka Workshop Moderasi Beragama

"Berdasarkan data dan sistem flight following yang ada pada kami, telah terjadi upaya pendaratan darurat yang disebabkan akibat terlilit tali (nylon) layangan," kata I Gede Bambang Narayana.

Beruntung dalam insiden ini semua penumpang helikopter selamat dan hanya mengalami luka ringan hingga sedang. 

Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya keselamatan penerbangan dan perlunya pengawasan ketat terhadap aktivitas yang bisa mengganggu operasional penerbangan, seperti layang-layang. 

Investigasi lebih lanjut oleh KNKT diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai penyebab kecelakaan dan langkah-langkah pencegahan di masa depan.

Baca Juga:
Miliki Masa Kadaluarsa Hingga Berbulan-bulan, Heboh Dugaan Roti Aoka Gunakan Bahan Pengawet Kosmetik, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya

Dengan klarifikasi dari pihak berwenang dan PT Whitesky Aviation, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang tidak berdasar. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Pengakuan Mengejutkan Pilot Helikopter yang Terjatuh di Kawasan Banjar Suluban Bali, Akui Sempat Melihat Hal Ini Sebelum Kecelakaan Terjadi

Dhedy Kurnia, pilot helikopter Tour PK-WSP, mengaku terlambat menghindari tali layang-layang sebelum akhirnya terjatuh.

Soroti Jatuhnya Helikopter di Pantai Suluban Pecatu Bali Akibat Terlilit Layang-layang, Begini Kata Menteri Perhubungan Budi Karya

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi buka suara terkait jatuhnya helikopter di Bali pada Jumat, 19 Juli 2024.

Ini Pengakuan Mengejutkan Menparekraf Sandiaga Uno Terkait Helikopter yang Jatuh Gegara Terlilit Layang-layang di Bali

Menparekraf Sandiaga Uno turut memberi tanggapan atas insiden kecelakaan helikopter tur wisata di Bali.

Tanggapi Jatuhnya Helikopter di Kawasan Pantai Suluban Bali, Basarnas Ingatkan Publik untuk Tidak Berspekulasi, Ini Alasannya

Basarnas Bali mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh terkait helikopter yang jatuh di Suluban, Desa Pecatu, Badung, Bali.

Diduga Gegara Terlilit Tali Layang-layang, Helikopter Jatuh di Kawasan Pantai Suluban Bali, Begini Kondisi Pilot dan 4 Penumpang Lainnya

Satu unit helikopter jatuh di Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Diduga akibat tersangkut layangan

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;