Nasional, gemasulawesi – Khofifah Indar Parawansa, yang merupakan Gubernur Jawa Timur periode tahun 2019 hingga 2024, mengajak masyarakat untuk meningkatkan komitmen pentingnya ekosistem mangrove untuk keberlanjutan lingkungan dan juga kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Khofifah Indar Parawansa pada hari Jumat, tanggal 26 Juli 2024, di Surabaya, memperingati Hari Mangrove Sedunia.
Khofifah Indar Parawansa menyampaikan mangrove merupakan benteng alami yang melindungi pesisir dari abrasi, banjir dan badai.
“Selain itu, mangrove juga adalah habitat penting untuk berbagai spesies, baik darat ataupun laut, dan sumber mata pencaharian untuk masyarakat pesisir,” katanya.
Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap tanggal 26 Juli 2024 sejak tahun 2015 untuk meningkatkan kesadaran dan melindungi hutan bakau, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut.
Mangrove mempunyai peran yang vital dalam melakukan penyerapan karbon dioksida sehingga membantu dampak perubahan iklim.
“Di Provinsi Jawa Timur telah berhasil melakukan konservasi hutan mangrove,” ujarnya.
Dia mengungkapkan Jawa Timur telah berhasil menanam dan juga memelihara lebih dari 2juta bibit mangrove dalam 3 tahun terakhir.
“Ini merupakan hasil dari kerja keras serta kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat dan sektor swasta,” katanya.
Keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari luasnya area huta mangrove yang bertambah, namun juga dari peningkatan kualitas sebelumnya.
Dia menyatakan data menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati di kawasang mangrove Jawa Timur meningkat secara signifikan.
Khofifah Indar Parawansa mengatakan ini merupakan bukti bahwa upaya yang dilakukan memberikan hasil positif, baik untuk lingkungan maupun masyarakat yang bergantung pada ekosistem ini.
Khofifah Indar Parawansa juga mengakui berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian mangrove, seperti konversi lahan untuk kepentingan industri dan pemukiman, pencemaran limbah dan juga perubahan iklim.
Dia menyampaikan namun dengan kerja sama yang kuat dan juga kesadaran yang tinggi dari semua pihak, tantangan ini dapat diatasi.
“Masyarakat juga diajak untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan konservasi,” pungkasnya.
Dia menambahkan mulai dari penanaman bibit hingga pengawasan hutan mangrove. (Antara)