Dinilai Sebarkan Hoaks dan Ganggu Proses Penyidikan Kasus Pembunuhan Vina, Aep Laporkan Dedi Mulyadi dan Dede ke Polda Metro Jaya

Saksi kasus Vina, Aep diam-diam melaporkan Dede atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks ke Polda Metro Jaya.
Saksi kasus Vina, Aep diam-diam melaporkan Dede atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks ke Polda Metro Jaya. Source: Foto/Tangkap layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Nasional, gemasulawesi - Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menghadapi masalah hukum serius setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran hoaks terkait kasus pembunuhan Vina dan Eky. 

Laporan tersebut diajukan oleh pengacara Aep, Sapto Wibowo Sutanto, dan juga menyertakan Dede, saksi lain dalam kasus ini dan diterima oleh pihak kepolisian dengan nomor LP/B/4352/VII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya.

Pengacara Aep, Pitra Romadoni, mengungkapkan bahwa tindakan Dedi Mulyadi dan Dede dianggap telah merusak proses penyidikan yang tengah berlangsung. 

"Seharusnya Dedi Mulyadi tidak perlu ikut terlibat dalam proses hukum ini. Dia sepertinya berupaya mempengaruhi jalannya kasus. Kami khawatir bahwa langkah-langkah yang diambilnya dapat merusak upaya penegakan hukum terhadap kasus pembunuhan Vina dan Eky," jelas Pitra, dikutip pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Baca Juga:
Ledakan Hebat Gegerkan Warga di Perumahan Taman Kencana Jakarta Barat hingga Sebabkan 2 Rumah Hancur, Begini Kondisi Para Korban

Menurut Pitra, Dedi Mulyadi diduga terlibat dalam pengumpulan saksi dan penyebaran informasi yang dapat mempengaruhi keterangan dalam proses hukum. 

"Ada indikasi bahwa Dedi Mulyadi mencoba mempengaruhi proses hukum dengan menyebarkan berita bohong. Kami juga menerima informasi bahwa ada upaya pemberian uang kepada Aep dan keluarganya, yang menunjukkan adanya niat untuk mengintervensi proses hukum," imbuh Pitra.

Tindakan Dedi Mulyadi ini tidak hanya mengganggu penyidikan tetapi juga berpotensi menciptakan ketidakstabilan dalam proses hukum. 

Pitra menekankan bahwa pelaporan ini bertujuan untuk memastikan integritas proses hukum dan menanggulangi upaya-upaya yang dapat merusak keadilan. 

Baca Juga:
Resmi Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Balita, Pemilik Daycare di Depok Ini Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

"Kami berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan ini dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kasus ini mematuhi hukum," ujarnya.

Selain Dedi Mulyadi, laporan juga mencakup Dede, yang dituduh menyebarkan berita bohong mengenai Aep. 

Pitra menyebut bahwa Dede mengklaim telah dipaksa oleh Aep untuk memberikan keterangan yang tidak benar. 

"Dede membuat tuduhan terhadap Aep yang tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk menciptakan kebingungan. Jadi kami melaporkan Dede berdasarkan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU ITE tentang penyebaran berita bohong," jelasnya.

Baca Juga:
Tak Kapok Meski Sudah Pernah Dibui! Heboh Penangkapan Nenek 55 Tahun oleh Satresnarkoba Polres Bangkalan, Akui Nekat Jual Sabu Karena Ini

Laporan ini juga terkait dengan unggahan di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, yang diduga menyebarkan informasi yang menyesatkan. 

"Kami menduga bahwa Dedi Mulyadi menggunakan saluran media sosial untuk mempengaruhi opini publik dan merusak proses hukum," ungkap Pitra.

Dedi Mulyadi dan Dede kini terancam dijerat dengan Pasal 28 Ayat 3 Juncto Pasal 45 A Ayat 3 UU No. 1 Tahun 2024, yang mengatur tentang penyebaran berita bohong yang dapat menyebabkan kerusuhan. 

Pitra meminta kepolisian untuk menindaklanjuti laporan ini dengan serius dan mengambil tindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum ini. 

Baca Juga:
Dinilai Terlalu Memberatkan! Orang Tua Murid Keluhkan Dugaan Pungli di SMA 19 Makassar untuk Pengadaan CCTV dan WiFi, Segini Besarannya

"Kami berharap penegakan hukum dapat dilakukan secara adil dan transparan, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun," tegas Pitra. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Bantah Tuduhan Dede Soal Rekayasa Kasus Pembunuhan Vina dan Isu Eky Masih Hidup, Iptu Rudiana Mengaku Siap Lakukan Sumpah Pocong

Iptu Rudiana selaku ayah almarhum Muhammad Rizky Rudiana atau Eky siap melakukan sumpah pocong untuk meyakinkan publik.

Sempat Menghilang! Iptu Rudiana Akhirnya Muncul, Bantah Tuduhan Dede soal Rekayasa Palsu Kasus Pembunuhan Vina dan Eky

Iptu Rudiana bantah terlibat dalam kesaksian Dede dan Aep di BAP tahun 2016 yang belakangan diragukan dan ramai diperbincangkan.

Bawa 13 Bukti Baru, Pengacara Saka Tatal Yakin Kematian Vina dan Eky di Cirebon Murni Kecelakaan, Farhat Abbas: Bukan Karena Pembunuhan

Farhat Abbas, anggota tim kuasa hukum Saka Tatal yakin jika kasus kematian Vina dan Eky di Cirebon murni karena kecelakaan.

Baru Terungkap! Saksi Kunci Kasus Kematian Vina Mengaku Terpaksa Beri Kesaksian Palsu Karena Hal Ini, Bongkar Peran Aep dan Iptu Rudiana

Begini pengakuan lengkap dari Dede, salah satu saksi kunci dalam kasus kematian Vina dan Eky di Cirebon.

Heboh Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede dalam Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon, Bareskrim Polri Lakukan Gelar Perkara

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melakukan gelar perkara atas laporan dugaan kesaksian palsu oleh saksi Aep dan Dede.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;