Bapanas Akan Lakukan Investigasi Usai Isu Anggur Shine Muscat Mengandung Residu Pestisida Viral

Bapanas investigasi residu pestisida anggur Shine Muscat asal Tiongkok untuk pastikan keamanan pangan bagi konsumen Indonesia.
Bapanas investigasi residu pestisida anggur Shine Muscat asal Tiongkok untuk pastikan keamanan pangan bagi konsumen Indonesia. Source: Foto/ilustrasi/Pexels

Nasional, gemasulawesi - Berita terkait residu pestisida di atas batas aman pada anggur Shine Muscat asal Tiongkok yang ditemukan oleh otoritas Thailand telah mengundang perhatian publik.

Kondisi ini langsung direspons Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap keamanan anggur Shine Muscat yang sudah masuk dan beredar di pasar Indonesia. 

Langkah Bapanas ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk tersebut aman bagi masyarakat yang mengonsumsinya.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa investigasi akan dilakukan dengan beberapa tahapan penting, termasuk pengambilan sampel produk yang dijual di pasar-pasar dan pengujian di laboratorium khusus. 

Baca Juga:
Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan WNA China dari Malaysia ke Batam, Sempat Lepaskan Tembakan Saat Kejar Pelaku

Proses ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan residu pestisida dan memastikan kandungannya sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia. 

Arief juga meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar luas sebelum adanya konfirmasi resmi dari pihak terkait. 

“Bapanas akan terus menyampaikan informasi terkait keamanan pangan secara transparan dan sesuai prosedur yang berlaku,” ungkap Arief dalam pernyataan resminya pada Rabu, 30 Oktober 2024.

Selain itu, Plh Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, menjelaskan pentingnya regulasi terkait batas maksimum residu (BMR) pestisida dalam produk pangan. 

Baca Juga:
Viral Motor Mahasiswi Hilang di Perpustakaan Lampung Meski Ada Penjaga, Korban Menangis Sembari Tunjukkan Kartu Parkir

Di Indonesia, batas residu pestisida telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 53 Tahun 2018. 

Namun, regulasi tersebut sedang diperbarui agar lebih relevan dengan kondisi saat ini melalui Peraturan Badan Pangan Nasional yang sedang dalam proses harmonisasi. 

Pembaruan ini memperhatikan pola konsumsi masyarakat Indonesia yang semakin menggemari buah impor, termasuk anggur Shine Muscat. 

Standar keamanan pangan ini diharapkan mampu melindungi kesehatan masyarakat dari paparan zat berbahaya.

Baca Juga:
Heboh Penemuan Bayi di Lahan Kosong Pondok Aren Tangerang Selatan, Masih Hidup dan Ditemukan di Dekat Semak-semak

Yusra juga menekankan bahwa Badan Pangan Nasional telah mengeluarkan aturan khusus tentang label pangan segar yang tertuang dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 1 Tahun 2023. 

Peraturan ini mengharuskan adanya informasi terkait petunjuk konsumsi pada kemasan produk, khususnya buah impor seperti anggur. 

Petunjuk konsumsi seperti mencucinya sebelum dikonsumsi diwajibkan untuk dicantumkan pada label kemasan agar masyarakat lebih memahami pentingnya mencuci buah sebelum memakannya. 

Langkah sederhana ini sangat efektif dalam mengurangi risiko residu pestisida atau zat berbahaya lain yang mungkin masih melekat di permukaan buah.

Baca Juga:
Terungkap! Wakil Ketua DPRD Bekasi Diamankan Kejaksaan Negeri Atas Dugaan Keterlibatannya dalam Kasus Suap Ini

Di sisi lain, Bapanas juga mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan prinsip keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membaca label pada setiap produk sebelum membelinya. 

Dengan memahami label dan petunjuk konsumsi yang tertera, konsumen dapat lebih waspada dan terhindar dari risiko kesehatan yang tidak diinginkan. 

Peningkatan kesadaran konsumen dalam membaca label dan memilih produk dengan teliti sangat penting untuk mencegah dampak negatif yang mungkin timbul akibat residu pestisida.

Baca Juga:
Tak Hanya Tom Lembong, Kejagung Tangkap Satu Tersangka Lain dalam Kasus Korupsi Impor Gula, Ini Sosoknya

Langkah Bapanas dalam menjaga keamanan pangan nasional ini juga menjadi pengingat bagi para pelaku usaha untuk tetap menjaga kualitas produk yang dipasarkan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Viral Maruarar Sirait Marah dan Kecewa Saat Rapat Internal Kementerian PKP, Cecar Bawahannya Karena Pengiriman Surat

Maruarar Sirait selaku Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) baru-baru ini terekam marah ketika rapat internal bersama bawahannya

Tom Lembong Jadi Tersangka Korupsi Impor Gula, Anies Baswedan Mengaku Kaget dan Langsung Beri Komentar Begini

Anies Baswedan turut memberikan komentarnya menanggapi kabar Tom Lembong dijadikan tersangka kasus korupsi impor gula

Alasan Maruarar Sirait Usul Tanah Sitaan Koruptor Dijadikan Perumahan Rakyat, Singgung Kondisi Profesi Guru Hingga ASN

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait baru-baru ini mengusulkan lahan sitaan kasus korupsi sebagai perumahan rakyat

Kerugian Negara Capai Rp400 Miliar, Tom Lembong Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka dalam Kasus Korupsi Impor Gula

Penetapan tersangka Tom Lembong dalam kasus impor gula menyoroti praktik korupsi di Kementerian Perdagangan Indonesia.

Heboh Dugaan Politisasi dalam Kasus Korupsi Impor Gula yang Menyeret Tom Lembong, Kejagung Tegaskan Hal Ini

Tom Lembong ditangkap dalam kasus korupsi impor gula. Kejagung pastikan tindakan ini berlandaskan bukti kuat.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;