Warga Kecamatan Tallo Puluhan Tahun Sudah Krisis Air Bersih

waktu baca 4 menit
Ket Foto: Warga krisis air bersih (Foto/Ilustrasi SAR FKAM Search and Rescue)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Warga Kecamatan , Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan puluhan tahun mengalami .

Menurut data Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), Kecamatan merupakan salah satu dari lima kecamatan di Kota Makassar yang terdampak . Ada juga Tamalanrea, dan Biringkanaya.

“Kami telah mengidentifikasi korban jiwa yang ditimbulkan oleh warga akibat krisis ini. Waktu terbuang sia-sia untuk air gratis dan kesehatan dipertaruhkan,” kata Chaiperson YYAB Monica Oudang, Rabu, 30 November 2022.

Monica mengatakan warga harus berjalan cukup jauh untuk mencapai sumur air kota.

Baca: Usai Dicopot Gerebek Ormas, Eks Kanit Polsek Tallo Angkat Bicara

Mereka mengantri selama tiga jam untuk mendapatkan air yang tidak layak.

Sementara itu, untuk mendapatkan air bersih, mereka harus membeli air dari depot dan mengeluarkan banyak uang. Bisa sampai Rp 300.000 per bulan.

di berdampak pada ekonomi, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat, sehingga diperlukan solusi yang tepat,” ucap Monica.

Baca: Heboh Mayat Bayi Ditemukan Terbakar di Pasar Sentral Makassar

Sekarang YABB bersama Changemakers dari Catalyst Changemakers (CCE) memulai sebuah proyek bernama “Makassar Je’ne Tallasa”.

Proyek gotong – royong bersama ini akan menggunakan teknologi inovatif yang mengubah air hujan menjadi air minum.

Dikombinasikan dengan pendidikan yang memperkuat kemandirian masyarakat .

Baca: Oknum ASN di Sinjai Tendang Pengendara Wanita Diringkus Polisi

“Kami menciptakan solusi sistemik untuk mengatasi masalah air di Indonesia. YABB dan changemakers hadir untuk menyediakan akses air bersih melalui kolaborasi, teknologi, dan edukasi,” katanya.

Perwakilan Changemakers Makassar Je’ne Tallasa, Indah Febriany, menambahkan akan menggunakan teknologi pemanenan air hujan bawah tanah (PAH) dengan kapasitas besar, yakni 160.500 liter.

Jika teknologi ini dimanfaatkan secara maksimal, diperkirakan pasokan air bersih cukup untuk 100 KK per hari.

Baca: Sakit Hati Ditegur Sang Anak, Ayah Bunuh Anak Sendiri di Makassar

Teknologi ini dibangun di area sekitar Kompleks Makam Raja-Raja . Indah mengakui bahwa alat ini mampu mengurangi genangan akibat curah hujan yang tinggi dan banjir muara di daerah padat penduduk dengan asupan air yang minim.

Dengan jarak hanya 100 meter dari pemukiman, sumber air ini juga dapat menghemat waktu perempuan dan anak-anak yang setiap hari pergi mengambil air.

“Hal ini dapat memberikan peluang untuk melakukan kegiatan produktif seperti kegiatan ekonomi dan pendidikan. Selama ini mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengambil air,” kata Indah.

Baca: Ketua DPD RI LaNyalla: Raja dan Sultan Harus Dilibatkan dalam Pembangunan Bangsa

Cara lain adalah mengembangkan teknologi penyaringan air menggunakan pot keramik lokal dari Terra Water.

Teknologi penyaringan air ini akan membantu 100 rumah dan 37 sekolah mengurangi risiko tertular penyakit akibat air minum yang tidak aman, seperti diare dan tifus.

Indah mengatakan pihaknya sangat memahami bahwa infrastruktur teknologi tidak bisa berdiri sendiri.

Baca: Sembilan Anak di Sulawesi Selatan Suspek Gangguan Ginjal Akut

Oleh karena itu, diperlukan pendidikan dan kampanye tentang air, sanitasi dan kebersihan serta pemeliharaan sistem pengolahan air bersih.

Beni Iskandar, Direktur Utama Perumda Air Perumda Kota Makassar (PDAM), mengatakan warga sudah sekitar 10 tahun menghadapi . Penyebabnya jaringan pipa yang tidak merata.

Belum lagi kualitas air tanah yang buruk dan pasokan air tanah yang tidak stabil. Sehingga pelayanan di tidak maksimal.

Baca: Data Penerima BLT BBM di Sulawesi Selatan Capai 396.148

dilayani dari Ipal 2 Panaikkang, sumber airnya dari lekopancing. Sumber air baku ini beberapa bulan seperti musim kemarau, debit airnya berkurang. Sehingga berdampak pada suplai pabrik,” Benni katanya.

Saat ini Pemerintah Kota Makassar terus meningkatkan jumlah program air bersih gratis melalui Perumda Air Minum Kota Makassar.

Menyediakan armada tangki air bersih sebagai solusi jangka pendek di beberapa area prioritas.

Baca: Dinkes Sulsel Sebut Tiga Tahun Terakhir Penderita TBC Meningkat

“Saat ini kami sedang memasang pompa untuk membantu mengatasi kekurangan air di pintu masuk IPAL Panaikang II. Kapasitasnya 1.300 liter per detik, yang memungkinkan air mengalir ke . Memang saat ini belum optimal,” kata Beni. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.