Ketua Gapoktan Cianjur Ditangkap, Diduga Jual Traktor Bantuan Pemerintah

Ketua Gapoktan Cikawung 3 Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat Udan Supena.
Ketua Gapoktan Cikawung 3 Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat Udan Supena. Source: (Foto/ANTARA)

Daerah, gemasulawesi - Polisi dari Polres Cianjur, Jawa Barat, berhasil mengamankan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Cidaun, Udan Supena.

Penangkapan ini berkaitan dengan dugaan tindak korupsi yang melibatkan bantuan alat pertanian berupa traktor dari pemerintah.

Traktor tersebut diduga dijual hanya berselang satu bulan setelah diserahkan kepada kelompok tani penerima bantuan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, memberikan keterangan di Cianjur pada Selasa.

Baca Juga:
Eks Stafsus Menag Diperiksa KPK dalam Kasus Kuota Haji 2023–2024

Ia menyampaikan bahwa penangkapan terhadap Ketua Gapoktan Cikawung 3 dilakukan setelah adanya laporan terkait dugaan penyalahgunaan bantuan.

Bantuan tersebut berupa traktor roda empat yang sebelumnya diajukan melalui mekanisme resmi kepada pemerintah pusat.

Pengajuan itu dilakukan lewat aspirasi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Cianjur.

“Bantuan itu turun pada Agustus 2020, dan hanya berselang sebulan kemudian, pelaku menjualnya kepada seseorang di Lampung seharga Rp120 juta,” ujarnya.

Baca Juga:
KPK Tetapkan Irvian Bobby Mahendro dan 10 Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikat K3

Dana dari hasil penjualan traktor itu dipakai langsung oleh pelaku untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp18 juta diserahkan kepada salah seorang anggota kelompok tani.

Orang itu sebelumnya ikut mendorong proses pengajuan bantuan melalui aspirasi anggota DPR RI asal Dapil Cianjur.

Penyidik masih terus mengembangkan perkara ini untuk menggali lebih jauh keterlibatan pihak-pihak lain.

Baca Juga:
OJK Finalisasi Penerapan SID untuk Perkuat Pengawasan dan Keamanan Investasi Aset Digital

Fokus utama saat ini adalah melacak keberadaan traktor bantuan pemerintah yang seharusnya dimanfaatkan oleh kelompok tani.

Namun, traktor tersebut justru dijual kepada seorang pembeli di Lampung yang diduga bertindak sebagai penadah.

Dia mengatakan, “Ada kemungkinan akan ada tersangka lain, salah satunya pembeli traktor karena dianggap sebagai penadah. Saat ini kami sudah menurunkan anggota untuk mencari barang bukti sekaligus menangkap penadah tersebut.”

Pelaku dikenakan jeratan hukum melalui Pasal 2 serta Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:
Komisi X Pastikan Bimtek Kemendikdasmen Terbuka untuk Semua Lembaga Pendidikan

Berdasarkan aturan tersebut, ancaman pidana yang dapat dijatuhkan kepadanya yakni hukuman penjara, dengan vonis paling berat berupa kurungan seumur hidup.

Setelah dilakukan pendalaman, ia menyebut peluang munculnya tersangka baru dalam perkara ini cukup terbuka.

Karena itu, pihaknya berkomitmen menuntaskan penyelidikan dalam waktu dekat, termasuk memburu pihak yang membeli traktor bantuan pemerintah tersebut.

“Kami akan menyampaikan kepada publik bila dari hasil pengembangan ditemukan pelaku lain, khususnya setelah barang bukti berhasil diamankan bersama dengan pembelinya,” ujarnya.

Baca Juga:
DPR Dorong Perbaikan Tata Kelola Daerah untuk Tingkatkan Produktivitas Ekonomi

Di sisi lain, pelaku yang turut dihadirkan enggan memberikan keterangan.

Saat sejumlah wartawan mencoba mewawancarai, ia hanya merespons dengan menundukkan kepala dan mengalihkan pandangan. (ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Kejati Jatim Tahan Dua Tersangka Korupsi Belanja Hibah dan Pengadaan Barang SMK

Kejati Jatim menahan dua tersangka kasus korupsi belanja hibah dan pengadaan barang SMK 2017 dengan kerugian negara Rp179,97 miliar.

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase Akan Layangkan Teguran Keras Terkait Surat Kepala Desa Sipayo, Erwin: Berbahaya Itu

Bupati Parigi Moutong akan layangkan surat teguran keras pada Kades Sipayo buntut dari adanya surat permintaan pungutan alat berat di PETI.

Erupsi Gunung Semeru: Letusan 700 Meter dan Peringatan Waspada untuk Masyarakat Sekitar

Gunung Semeru kembali erupsi dengan kolom abu tinggi, PVMBG imbau warga waspada dan hindari zona berbahaya.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase Akan Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Sulteng Berkaitan Aktivitas Tambang Ilegal Kayuboko

Bupati Parigi moutong, Erwin Burase secara tegas mengatakan akan menindak lanjuti surat gubernur berkaitan tambang Kayuboko.

Kades Tabrak Aturan, Terbitkan Surat Bercap Tetapkan Pungutan 10 Juta Rupiah Per Unit Alat Berat di PETI Sipayo

Kades Sipayo Nurdin Ilo Ilo tabrak aturan terbitkan surat bercap Kepala desa tetapkan pungutan 10 juta rupiah per unit alat berat di PETI.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;